mboyak
Sebuah cipta, rasa, karsa, dan budaya yang terlupa
Senin, 20 Juli 2026
Growth Mindset dan Pengembangan Pola Pikir Berkembang
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia memiliki cara berpikir yang berbeda dalam menghadapi masalah, tantangan, maupun proses belajar. Cara seseorang memandang dirinya sendiri, kemampuan yang dimiliki, serta peluang untuk berkembang disebut sebagai pola pikir atau mindset. Pola pikir sangat memengaruhi sikap, perilaku, semangat belajar, hingga keberhasilan seseorang di masa depan. Bagi siswa SMK, pola pikir menjadi hal yang sangat penting karena dunia pendidikan kejuruan menuntut kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan keterampilan sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
Menurut psikolog dari Stanford University, yaitu Carol S. Dweck, pola pikir dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu fixed mindset (pola pikir tetap) dan growth mindset (pola pikir berkembang). Teori ini dijelaskan dalam bukunya yang berjudul Mindset: The New Psychology of Success dan menjadi salah satu teori psikologi pendidikan yang banyak digunakan di dunia pendidikan modern.
Pola pikir tetap (fixed mindset) merupakan cara berpikir yang menganggap bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan seseorang bersifat tetap sejak lahir dan sulit diubah. Seseorang yang memiliki pola pikir ini biasanya percaya bahwa kemampuan adalah sesuatu yang sudah ditentukan sehingga keberhasilan hanya dimiliki oleh orang-orang berbakat. Akibatnya, mereka sering merasa takut gagal karena kegagalan dianggap sebagai bukti bahwa dirinya tidak mampu. Ketika menghadapi tantangan, mereka cenderung mudah menyerah dan memilih menghindari hal-hal yang sulit.
Contoh pola pikir tetap sering ditemukan di lingkungan sekolah. Misalnya, seorang siswa berkata bahwa dirinya memang tidak pintar matematika sehingga tidak perlu berusaha lebih keras. Ada juga siswa yang langsung menyerah ketika gagal dalam praktik kerja bengkel atau saat hasil desainnya tidak sesuai harapan. Sikap seperti ini membuat seseorang sulit berkembang karena lebih fokus pada ketakutan terhadap kegagalan daripada proses belajar itu sendiri.
Sebaliknya, growth mindset atau pola pikir berkembang merupakan keyakinan bahwa kemampuan seseorang dapat ditingkatkan melalui usaha, latihan, pengalaman, disiplin, dan kemauan belajar. Orang dengan pola pikir berkembang memahami bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang apabila terus belajar dan berusaha.
Dalam dunia pendidikan SMK, growth mindset sangat penting karena siswa dituntut untuk menguasai keterampilan praktik dan teknologi yang terus berkembang. Seorang siswa yang memiliki growth mindset tidak akan mudah menyerah ketika mengalami kegagalan saat praktik mesin, membuat program komputer, atau melakukan pekerjaan administrasi. Ia akan mencoba mencari solusi, belajar dari kesalahan, dan meningkatkan kemampuannya secara bertahap.
Seseorang yang memiliki growth mindset biasanya menunjukkan beberapa ciri tertentu. Mereka senang mempelajari hal baru, berani mencoba tantangan, dan tidak takut melakukan kesalahan. Selain itu, mereka mampu menerima kritik dan saran sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki diri. Orang dengan pola pikir berkembang juga lebih menghargai proses dibandingkan hanya mengejar hasil akhir. Mereka memahami bahwa keberhasilan besar membutuhkan latihan dan kerja keras yang konsisten.
Perbedaan antara fixed mindset dan growth mindset dapat dilihat dari cara seseorang menghadapi kegagalan. Pada fixed mindset, kegagalan dianggap sebagai bukti ketidakmampuan sehingga seseorang menjadi minder dan kehilangan motivasi. Sementara itu, pada growth mindset, kegagalan dipandang sebagai pengalaman belajar yang membantu seseorang menjadi lebih baik. Karena itu, growth mindset dapat membantu siswa menjadi lebih percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi dunia kerja maupun persaingan global.
Pengembangan pola pikir berkembang atau pengembangan PPB (Pola Pikir Berkembang) dapat dilakukan melalui berbagai cara. Langkah pertama adalah mengubah cara pandang terhadap kegagalan. Kegagalan seharusnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang memalukan, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Banyak tokoh sukses dunia yang mengalami kegagalan berulang kali sebelum akhirnya berhasil.
Selain itu, pengembangan PPB dapat dilakukan dengan membiasakan diri menggunakan kalimat positif. Misalnya, mengganti ucapan “Saya tidak bisa” menjadi “Saya belum bisa, tetapi saya akan belajar.” Perubahan sederhana dalam cara berbicara dapat memengaruhi semangat dan keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri.
Pengembangan growth mindset juga membutuhkan keberanian untuk menerima kritik dan evaluasi. Kritik yang diberikan guru, teman, atau atasan bukan bertujuan menjatuhkan, tetapi membantu seseorang mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki. Dengan menerima masukan secara terbuka, seseorang dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas dirinya.
Selain itu, siswa perlu memiliki tujuan belajar yang jelas dan kemauan untuk terus meningkatkan keterampilan. Dalam dunia kerja modern, kemampuan teknis saja tidak cukup. Perusahaan juga membutuhkan pekerja yang mampu belajar cepat, beradaptasi dengan perubahan, dan memiliki mental yang kuat. Oleh karena itu, growth mindset menjadi salah satu bekal penting bagi siswa SMK agar mampu bersaing di dunia industri.
Penelitian dari OECD menunjukkan bahwa siswa yang memiliki growth mindset cenderung memiliki motivasi belajar lebih tinggi, lebih tahan menghadapi tekanan, dan memiliki prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan siswa dengan fixed mindset. Hal ini menunjukkan bahwa pola pikir memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa growth mindset merupakan pola pikir yang percaya bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran terus-menerus. Pola pikir ini penting dimiliki oleh siswa SMK karena dapat membantu meningkatkan semangat belajar, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Melalui pengembangan pola pikir berkembang, siswa diharapkan menjadi pribadi yang lebih percaya diri, kreatif, pantang menyerah, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sabtu, 05 Maret 2022
Keris Simbol Filosofi Jawa
Bagi masyarakat Jawa, keris memiliki nilai tertentu. Bukan sebagai klenik, melainkan sebagai filosofi dalam kehidupan. Makna filosofis yang terkandung dalam sebuah keris bisa dilihat mulai dari proses pembuatan hingga menjadi sebuah pusaka bagi pemiliknya.
Empu menciptakan keris bukan untuk membunuh tetapi mempunyai tujuan lain yakni sebagai piyandel atau pegangan yang diyakini menambah kewibawaan dan rasa percaya diri, ini dapat dilihat dari proses pembuatannya pada zaman dahulu.
Dalam adat Jawa, keris adalah satu dari lima hal yang harus dimiliki oleh laki-laki Jawa dewasa. Ketua Rumah Budaya Naranta Tuban, Ita Hariyanti mengatakan, keris pada dasarnya menunjukkan kemapanan seorang laki-laki Jawa. Sekaligus simbol diri dari pemiliknya serta simbol garis keturunan.
“Keris bisa menjadi simbol status atau strata mulai dari petani, prajurit, kemudian petinggi sampai raja. Keris yang mereka miliki pasti berbeda,” ujarnya, Rabu (5/8/2020).
Ita menjelaskan, jumlah luk keris juga memiliki arti tersendiri. Misalnya, keris ber luk satu, sebagai simbol kesederhanaan. Luk tiga, sebagai simbol bahwa pemiliknya bersikap semeleh, berserah pada pemilik kehidupan.
Keris biasanya disesuaikan dengan wuku kelahiran dan kebutuhan pemiliknya. “Misalnya ingin kesejahteraan rumah tangga, kita bisa memilih keris dengan dapur tilam sari. Kalau jaman dulu, kalau kita memesan dari empu, kita tidak bisa memesan sesuai keinginan kita, tapi sang empu yang menentukan keris apa yang cocok untuk kita,” terang Ita.
Bagi masyarakat yang tidak memahami keris, dikatakan Ita, pasti akan mengaitkan pusaka ini dengan klenik. Misalnya dengan menganggap keris itu sakti, kemudian membakar dupa dan diberi bunga-bunga.
“Mereka beranggapan bahwa memberi makan penunggunya. Padahal itu bertujuan untuk merawat dan menghormati pusaka tersebut, benda warisan leluhur dan juga empu yang telah membuatnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Ita Gayatri ini.
Keris atau dalam bahasa Jawa disebut Tosan Aji, merupakan penggalan dari kata tosan yang berarti besi dan aji berarti dihormati. Jadi keris merupakan perwujudan yang berupa besi dan diyakini memiliki kandungan yang mempunyai makna harus dihormati, karena merupakan warisan budaya nenek moyang yang bernilai tinggi.
Ita berharap pada generasi penerus bangsa bisa lebih mencintai budaya sendiri dan tidak mudah percaya isu negatif terkait keris yang dinilai identik dengan klenik, kemudian untuk pemilik keris, Ita meminta mereka untuk tidak merasa malu, gengsi, takut dianggap kuno.
“Untuk pemuda , sayang sekali kalau warisan yang adiluhung ini, serat filosofi dan bernilai seni tinggi ini yang negara lain saja mengakui, terutama UNESCO. Kita sebagai pemiliknya mengapa harus takut dan malu mengakui? Harusnya kan kita bangga,” tandasnya. (fos/red)
Sumber https://www.superradio.id/keris-simbol-filosofi-jawa/
Rabu, 23 Februari 2011
MANTAN PEMAIN PERSIPON TUDING NURDIN MAFIA PSSI

Pontianak (ANTARA) - Mantan pemain Persatuan Sepak Bola Indonesia Pontianak Ami Azis menuding Nurdin Halid sebagai mafia di tubuh Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia sehingga sulit bagi cabang olah raga nasional itu untuk bangkit dari keterpurukan.
"Setiap Liga Indonesia digelar, sudah menjadi rahasia umum klub mana yang bisa masuk divisi satu dan divisi utama asal mau membayar sejumlah uang yang diminta pengurus PSSI," kata Ami Azis seusai melakukan unjuk rasa menolak pencalonan kembali Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI di Tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, Selasa.
Setoran uang yang harus dibayar sejumlah klub sepak bola daerah bervariasi, mulai dari Rp1 miliar hingga Rp5 miliar atau tergantung mau masuk ke divisi satu atau divisi utama, ujar mantan pemain Persipon.
Ia menjelaskan, praktik seperti itu sudah berlangsung lama sejak Nurdin Halid memimpin PSSI.
"Sehingga tidak mengherankan baru-baru ini timnas sepak bola kalah melawan Malaysia karena diduga ada permainan oleh pengurus PSSI," ujarnya.
Ami Azis menyarankan, kalau cabang olah raga nasional mau maju, Nurdin Halid jangan sampai dicalonkan kembali.
Sementara itu Ketua Umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia Kalimantan Barat Syarif Mahmud Alqadrie mendukung pembentukan PSSI tandingan bila nama George Toisutta dan Arifin Panigoro tetap tidak lolos pada pencalonan ketua umum periode 2011-2015.
"Kami KONI daerah menginginkan perubahan sehingga menolak Nurdin Halid dicalonkan lagi untuk menjadi Ketua Umum PSSI 2011-2015," katanya.
Ketua Umum KONI Kalbar lebih menjagokan George Toisutta dan Arifin Panigoro karena dinilai sosok yang mau berjuang untuk memajukan dunia olahraga sepak bola Indonesia ke depannya.
KONI Kalbar menilai, nama George Toisutta dan Arifin Panigoro pantas lolos dalam verifikasi calon ketua umum dalam rangka revitalisasi dan reformasi di tubuh PSSI.
"KONI Kalbar siap menjalin kekuatan dengan KONI daerah lainnya untuk membentuk PSSI tandingan," kata Mahmud.
Minggu, 25 Juli 2010
Tarif Roaming di Perbatasan Ditinjau Ulang
Samarinda - Operator seluler Indonesia bersama dengan operator negara tetangga, Malaysia, tengah merumuskan pola pentarifan baru ketika masuk dalam wilayah roaming di perbatasan.
Perumusan tarif tersebut dinilai penting untuk menanggapi keluhan pengguna seluler, khususnya di wilayah perbatasan kedua negara seperti Entikong (Kalbar) dan Nunukan (Kaltim) yang berbatasan dengan Malaysia.
Dalam perumusan tarif tersebut terdapat 2 opsi. Pertama, sinyal operator GSM Indonesia atau Malaysia sebagai mitra roaming yang masuk ke wilayah perbatasan tidak akan dikenakan biaya tambahan. Opsi kedua, dilakukan penurunan tarif ketika masuk ke dalam wilayah roaming di perbatasan.
"Jadi ada tarif tertentu, ketika berada di perbatasan atau pelanggan kita menyeberang ke sana (Malaysia). Tidak seperti tarif roaming yang berlaku sekarang," kata GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Kalimantan,Herry Setiawan, ketika berbincang
dengan detikINET di Hotel Mesra Internasional Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (25/07/2010).
Menurut Herry, pembicaraan perumusan yang digelar Juni 2010 lalu tersebut sebagai tindak lanjut dari keluhan pelanggan antar kedua negara yang mengeluhkan mahalnya tarif roaming, khususnya bagi mereka yang tinggal di kawasan perbatasan.
"Tapi selain itu, dari sisi jaringan, kita juga telah memperkuat jaringan di perbatasan. Supaya sinyal kita tidak kalah. Kita sudah terapkan antisipasi itu," tukas Herry.
Fakta sinyal GSM Indonesia kalah dengan kekuatan sinyal milik negara tetangga Malaysia, telah dibuktikan detikINET kala berkunjung ke wilayah utara Kaltim yang berbatasan dengan Tawau, Malaysia. Tepatnya di kawasan perbatasan antara Desa Simanggaris, Sungai Ular, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Saat itu, pelanggan seluler dalam negeri malah masuk ke dalam roaming operator seluler GSM Malaysia, Maxis. Pada layar ponsel pun tertulis, "Welcome to Malaysia! Maxis Wishes you a pleasant stay. The current FOREX rate dated 06-03-2010 is 2718.28IDR = 1MYR". Padahal saat tulisan itu muncul, pelanggan masih berada di wilayah Kaltim.
"Kita sudah follow up dengan memperkuat sinyal kita," imbuh Herry.
Menurut Herry, sinyal Telkomsel akan beradu kekuatan dengan sinyal GSM Malaysia, di perbatasan Malaysia. "Cuma ya itu. Ketika kita ada gangguan, sinyal mereka lebih kuat. Begitu juga sebaliknya," imbuh Herry.
Herry juga menjelaskan, pihaknya menyadari sinyal seluler di perbatasan menjadi cermin wajah dalam negeri menghadapi kekuatan negara tetangga di bidang industri seluler.
"Perbatasan itu muka kita. Jadi kita harus kuat dan jangan dianggap sepele," tegas Herry.
Lebih jauh Herry mengatakan, nantinya Telkomsel akan menggiatkan layanan Broadcast untuk pelanggan yang tinggal di perbatasan.
"Semisal di wilayah Kaltim. Pelanggan selular Malaysia ketika masuk Kaltim akan tahu siapa Presiden kita dan siapa Gubernur Kaltim?" pungkasnya.
Perumusan tarif tersebut dinilai penting untuk menanggapi keluhan pengguna seluler, khususnya di wilayah perbatasan kedua negara seperti Entikong (Kalbar) dan Nunukan (Kaltim) yang berbatasan dengan Malaysia.
Dalam perumusan tarif tersebut terdapat 2 opsi. Pertama, sinyal operator GSM Indonesia atau Malaysia sebagai mitra roaming yang masuk ke wilayah perbatasan tidak akan dikenakan biaya tambahan. Opsi kedua, dilakukan penurunan tarif ketika masuk ke dalam wilayah roaming di perbatasan.
"Jadi ada tarif tertentu, ketika berada di perbatasan atau pelanggan kita menyeberang ke sana (Malaysia). Tidak seperti tarif roaming yang berlaku sekarang," kata GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Kalimantan,Herry Setiawan, ketika berbincang
dengan detikINET di Hotel Mesra Internasional Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (25/07/2010).
Menurut Herry, pembicaraan perumusan yang digelar Juni 2010 lalu tersebut sebagai tindak lanjut dari keluhan pelanggan antar kedua negara yang mengeluhkan mahalnya tarif roaming, khususnya bagi mereka yang tinggal di kawasan perbatasan.
"Tapi selain itu, dari sisi jaringan, kita juga telah memperkuat jaringan di perbatasan. Supaya sinyal kita tidak kalah. Kita sudah terapkan antisipasi itu," tukas Herry.
Fakta sinyal GSM Indonesia kalah dengan kekuatan sinyal milik negara tetangga Malaysia, telah dibuktikan detikINET kala berkunjung ke wilayah utara Kaltim yang berbatasan dengan Tawau, Malaysia. Tepatnya di kawasan perbatasan antara Desa Simanggaris, Sungai Ular, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Saat itu, pelanggan seluler dalam negeri malah masuk ke dalam roaming operator seluler GSM Malaysia, Maxis. Pada layar ponsel pun tertulis, "Welcome to Malaysia! Maxis Wishes you a pleasant stay. The current FOREX rate dated 06-03-2010 is 2718.28IDR = 1MYR". Padahal saat tulisan itu muncul, pelanggan masih berada di wilayah Kaltim.
"Kita sudah follow up dengan memperkuat sinyal kita," imbuh Herry.
Menurut Herry, sinyal Telkomsel akan beradu kekuatan dengan sinyal GSM Malaysia, di perbatasan Malaysia. "Cuma ya itu. Ketika kita ada gangguan, sinyal mereka lebih kuat. Begitu juga sebaliknya," imbuh Herry.
Herry juga menjelaskan, pihaknya menyadari sinyal seluler di perbatasan menjadi cermin wajah dalam negeri menghadapi kekuatan negara tetangga di bidang industri seluler.
"Perbatasan itu muka kita. Jadi kita harus kuat dan jangan dianggap sepele," tegas Herry.
Lebih jauh Herry mengatakan, nantinya Telkomsel akan menggiatkan layanan Broadcast untuk pelanggan yang tinggal di perbatasan.
"Semisal di wilayah Kaltim. Pelanggan selular Malaysia ketika masuk Kaltim akan tahu siapa Presiden kita dan siapa Gubernur Kaltim?" pungkasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)